Sosialisasi Pentingnya SNI Bagi IKM di Kota Malang

Untuk bisa bersaing dalam pasar global sebuah produk harus memenuhi beberapa standar kelayakan, seperti kesehatan dan keamanan mulai bahan baku maupun dalam proses produksi. Produk IKM Jawa Timur saat ini sudah banyak yang dinilai layak untuk menembus pasar global, oleh karena itu dalam rangka peningkatan pengetahuan standart nasional indonesia (SNI), UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Surabaya dan
Perdagangan Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Kota Malang menyelenggarakan kegiatan “Diseminasi SNI Bagi IKM” di Kota Malang pada hari Selasa 24 Oktober 2017.

Dalam sambutannya saat membuka acara pagi ini, Drs. Prayitno, MM Kepala Bidang Agro, Kimia, Makanan dan Minuman Dinas Perindustrian Kota Malang, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan diseminasi ini, dengan harapan melalui kegiatan ini dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya standart produk (SNI) dan
meningkatkan wawasan pelaku usaha dan instansi terkait di wilayah Kota Malang.

Kegiatan yang digelar selama dua hari di Atria Hotel & Conference Malang ini diikuti oleh 50 orang peserta dari berbagai IKM yang memiliki produk wajib SNI di Kota Malang, diantaranya produsen air mineral dalam kemasan, kaca mobil, selang karet LPG, biskuit, coklat bubuk dan sepatu safety dari kulit.

Sebagai acara pembuka, peserta mendapatkan materi tentang Potensi dan Kendala Pengembangan IKM di Kota Malang. Sebagai pembicara Drs. Subkhan selaku Kepala Dinas Perindustrian Kota Malang. Menurutnya, salah satu kendala dalam pengembangan IKM di Kota Malang ini adalah karena masih banyaknya IKM yang belum paham tentang standart produk (SNI) yang disebabkan minimnya informasi tentang SNI, padahal SNI ini dapat memberikan keyakinan kepada
masyarakat atau konsumen tentang mutu produk dan membangun opini masyarakat bahwa produk hasil
lokal/dalam negeri memiliki kualitas mutu yang terjamin.
“SNI ini menjadi standart sistem menajemen atau standart produk yang berlaku secara
nasional dan internasional yang harus diterapkan oleh para pelaku usaha untuk mencapai standart mutu, efektivitas, efisiensi serta daya saing produk atau jasa mereka dalam menghadapi
perdagangan bebas. ” terang Drs. Subkhan. (bima)

Related Posts

Read More

Festival Mbois 2

Mewadahi para pelaku industri kreatif di Malang, MCF berupaya agar kebutuhan unik dari masing-masing pelaku industri…